


<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Motivasi dan Pengembangan Diri &#187; Emil Salim</title>
	<atom:link href="http://freddyiriawan.com/tag/emil-salim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://freddyiriawan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2011 15:48:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>MARIMUTU SINIVASAN&#8211;Pengusaha Tekstil Sukses</title>
		<link>http://freddyiriawan.com/succes-story/marimutu-sinivasan-pengusaha-tekstil-sukses/</link>
		<comments>http://freddyiriawan.com/succes-story/marimutu-sinivasan-pengusaha-tekstil-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 03:50:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>freddy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Succes Story]]></category>
		<category><![CDATA[Emil Salim]]></category>
		<category><![CDATA[MARIMUTU SINIVASAN]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Texmaco]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://freddyiriawan.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[
Marimutu Sinivasan lahir di Medan, Sumatra Utara, 17 Desember 1937. Di kota itulah pria keturunan Tamil India ini menempuh pendidikan dasar hingga universitas


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Marimutu Sinivasan lahir di <a class="zem_slink" title="Medan" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=3.58333333333,98.6666666667&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=3.58333333333,98.6666666667 (Medan)&amp;t=h">Medan</a>, Sumatra Utara, 17 Desember 1937. Di kota itulah pria keturunan Tamil India ini menempuh pendidikan dasar hingga universitas. Tetapi, ia tidak lama duduk di bangku kuliah Universitas Islam Sumatra Utara, karena keburu bekerja di sebuah perusahaan perkebunan. Tidak lama di sana, kemudian ia terjun ke dunia bisnis. &#8220;Saya merasa tidak cocok jadi pegawai,&#8221; katanya.</p>
<p>Kakek enam cucu ini mulai berbisnis tekstil pada 1958. Dua tahun kemudian ia pindah ke <a class="zem_slink" title="Jakarta" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.26666666667,106.8&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=-6.26666666667,106.8 (Jakarta)&amp;t=h">Jakarta</a>. Pada 1962 ia membuka pabrik pembuatan polekat&#8211;bahan sarung&#8211;yang pertama di Jakarta. Kemudian pada 1967 ia bisa mendirikan perusahaan batik dan selanjutnya membuka pabrik penyelupan. Pada 1972, Sinivasan membeli pabrik batik di Batu, Jawa Timur.<span id="more-153"></span></p>
<p>Pada 1977 ia membangun pabrik poliester di <a class="zem_slink" title="Semarang" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.96666666667,110.416666667&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=-6.96666666667,110.416666667 (Semarang)&amp;t=h">Semarang</a>, selanjutnya pada 1985-1986 ia membangun pabrik polimer lagi. Setahun berikutnya, ia membangun pabrik garmen di Ungaran&#8211; sekarang dikelola adiknya, Marimutu Manimaren. Kawasan pabrik Texmaco seluas 1.000 hektare di Subang, Jawa Barat, lengkap dengan sekolah politeknik mesin, diresmikan oleh menteri perindustrian waktu itu, Ir. Hartarto.</p>
<p>Di Serang pulalah pabrik alat berat dan mesin Texmaco dipusatkan. Salah satu produknya, truk Perkasa, dipesan 800 unit oleh TNI. Di <a class="zem_slink" title="Karawang" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.3125,107.295&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=-6.3125,107.295 (Karawang)&amp;t=h">Karawang</a>, sebelah timur Jakarta, Texmaco juga membangun kompleks pabrik tekstil seluas 250-an hektare. Produk tekstilnya, merek Simfoni dan Texana, dikenal luas, selain untuk kebutuhan dalam negeri juga banyak dipesan beberapa perusahaan terkenal, seperti Mark &amp; Spencer dari Inggris atau Tomy Helfinger dari Amerika Serikat.</p>
<p>Sinivasan memang termasuk salah seorang pengusaha nasional yang sangat sukses. Penggemar membaca ini masih menempati rumah kontrakan di Jalan Pasuruan 4 Menteng, Jakarta Pusat. Rumah bertingkat dua itu ditinggalinya bersama istrinya. Sementara itu, rumahnya sendiri di Jalan Tulungagung, tak jauh dari rumah kontrakannya, tidak ditempati. Tidak jelas apa alasannya. Di garasi rumah yang lumayan besar itu, terparkir tiga <a class="zem_slink" title="Mercedes-Benz" rel="homepage" href="http://www.mercedes-benz.com/">Mercedez Benz</a> tipe 300 E dan satu BWM seri 740 iL. Sinivasan lebih suka mengendarai <a class="zem_slink" title="Volvo 700 Series" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Volvo_700_Series">Volvo 960</a> hitam nomor B1142NO ketimbang empat mobil lainnya itu.</p>
<p>Ada kebiasaan menarik dari keseharian Sinivasan: ia harus tidur minimal enam jam sehari. &#8220;Kalau kurang tidur, konsentrasi saya menurun,&#8221; katanya. Rupanya, kebiasaan itu sudah &#8220;bawaan&#8221; sejak remaja. Bahkan, dulu lebih dahsyat lagi. Lelaki yang kini memimpin 30-an perusahaan ini biasa tidur sampai delapan jam sehari. Toh, ia tidak pernah kekurangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya. &#8220;Kuncinya adalah memanfaatkan jam kerja sebaik mungkin,&#8221; katanya. Pukul 7.30, ia sudah asyik di ruang kerja dan baru pulang setelah larut malam.</p>
<p>Berbagai predikat negatif sudah diberikan kepadanya. Sebut saja pengusaha hitam, pengusaha edan, tukang suap, kriminal, pendiri pabrik rongsokan, dan sebagainya. Tapi, Marimutu Sinivasan, CEO Texmaco Group tampak tetap tegar. Dia tidak terlalu ambil pusing atas berbagai penilaian itu. Karena dia merasa apa yang dia buat adalah untuk kepentingan bangsa dan negara. Sinivasan berobsesi membangun industri enjiniring demi kemajuan bangsa dan negara. Pengusaha yang tak sempat main golf dan tenis ini yakin, suatu saat, bisnis enjiniring yang dibangunnya akan menjadi andalan.</p>
<p>Industri enjiniring, khususnya otomotif di tanah iir adalah <em>killing field.</em> Manakala <a class="zem_slink" title="Indonesia" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.175,106.828333333&amp;spn=10.0,10.0&amp;q=-6.175,106.828333333 (Indonesia)&amp;t=h">Indonesia</a> ingin membangun industri otomotif nasional selalu dibantai. Seperti halnya sedan Timor yang sempat menurunkan harga mobil, tapi dibantai kiri-kanan. Meski ladang pembantaian, Sinivasan tak surut. Jika Jepang dan Korsel mampu mandiri dalam bidang industri barang modal dan otomotif, Indonesia juga bisa. Indonesia tak perlu inferior. &#8220;Bung Karno bilang, kita bukan bangsa tempe, dan saya ingin mewujudkan kebenaran pandangan itu,&#8221; ujar ayah enam anak yang merintis usaha dari nol sejak 39 tahun silam.Tanpa tedeng aling-aling, pengusaha yang tetap tampak energik itu menanggapi berbagai penilaian buruk kepadanya.</p>
<p>Utang Texmaco yang berjumlah Rp 16,5 triliun itu, awalnya sekitar Rp 7 triliun. Karena pinjaman diperoleh dalam dolar pada kurs Rp 2.400 per dolar AS. Waktu itu, bunga pinjaman dolar sekitar 11 persen, sedang rupiah sekitar 22 persen.</p>
<p>Ketika terjadi krisis ekonomi, sebagian pinjaman dolar ditukar pada kurs Rp 10.000 dan Rp 12.000 oleh bank kreditor. Dengan melemahnya nilai rupiah, maka utang Texmaco membengkak menjadi Rp 16,5 triliun. Kredit itu berjangka waktu 7-8 tahun. Tapi, konsultan, yang ditunjuk oleh BPPN, menilai bahwa kredit ini dapat dibayar kembali dalam waktu 11 tahun. Acuan restruksturisasi adalah cash flow perusahaan. Semua aset Texmaco sudah diserahkan ke BPPN.</p>
<p>Marimutu merasa heran kenapa ada yang mengaku pengamat ekonomi terlalu memandang negatif terhadap Texmaco. Namun dia mengagumi ekonom senior seperti Sumitro Djojohadikusum, Mohammad Sadli, Frans Seda, dan <a class="zem_slink" title="Emil Salim" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Emil_Salim">Emil Salim</a>. Karena komentar mereka tentang suatu masalah ekonomi bersih dari unsur kepentingan. Kedekatan dengan Pak Harto dan <a class="zem_slink" title="Jusuf Habibie" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jusuf_Habibie">BJ Habibie</a>. Bahkan bisa merebut simpati Gus Dur dan Megawati. Marimutu tidak merasa ada perlakuan khusus dari para pemimpin itu. &#8220;Kalau saya diberi hak monopoli, kemudahan mendapat dana, pembebasan dari proses hukum, dan sebagainya, itu baru namanya perlakuan khusus,&#8221; katanya. Tapi, silakan teliti,mana ada bisnis tekstil yang monopoli? Begitu memasuki bisnis enjiniring, apakah Texmaco meminta hak monopoli? &#8220;Kami memasuki bisnis dengan kesadaran penuh untuk menghadapi persaingan dan pasar bebas,&#8221; ujarnya. Mengenai kedekatan dengan Soeharto? Apakah Texmaco mendapat hak monopoli selama 32 tahun seperti sejumlah perusahaan milik konglomerat tertentu?</p>
<p>&#8220;Saya mendapatkan kredit lewat prosedur biasa. Tidak ada unsur KKN dalam proses mendapatkan kredit. Toh, selain dari Bank domestik, Texmaco mendapat pinjaman sekitar 1,3 miliar dollar AS dari lembaga keuangan asing. Pinjaman dari lembaga keuangan asing itu tak bisa diperoleh dengan KKN, tapi berdasarkan pertimbangan bisnis murni,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sebelum krisis, 1997, Texmaco sudah menjadi nasabah BNI selama lebih dari 30 tahun. Selama kurun waktu itu, tidak pernah terjadi <em>default</em> pembayaran bunga maupun angsuran. Bahkan Texmaco membayar kembali 500 juta dollar AS kreditnya kepada BNI dan BRI. Setelah pengembalian uang tersebut, Texmaco memasuki bidang enjiniring dengan mengajukan 1 miliar dolar AS kredit untuk enjiniring dari BNI, BRI dan beberapa bank lainnya dalam suatu konsorsium. Permohonan itu disetujui karena track-record Texmaco dinilai patut dan layak menerima kredit tersebut.</p>
<p>Texmaco hanya mendapatkan penjadwalan ulang. Itu wajar, karena sesuai dengan skala usaha Texmaco dan hasil <em>due diligence</em> pihak ketiga . Lagi pula, sebelum krisis, Texmaco mendapat grace period sekitar dua tahun dan pembayaran kembali 5-6 tahun.<br />
Selain itu, pemerintah kini menguasai 70 persen Texmaco (Newco). Pihak BPPN sudah menjelaskan, porsi kepemilikan 70 &#8211; 30 persen di Newco di maksudkan untuk memberikan voting rights kepada pemerintah dalam mengamankan aset-aset Texmaco. Dengan menguasai mayoritas, maka tak ada penjualan aset Texmaco yang diluar persetujuan BPPN.<br />
Pola restrukturisasi utang Texmaco lebih tepat disebut <em>rescheduling</em> atau penjadwalan ulang. Bukan <em>debt to equity swap</em>. Dan itu sangat wajar, mengingat krisis ekonomi yang begitu dalam &#8211; yang antara lain disebabkan oleh kebijakan pemerintah &#8211; melipatgandakan jumlah utang. Dengan penjadwalan ulang, utang tetap utang, dan untuk melunasi utang itu diterbitkan <em>exchangeable bonds</em>.</p>
<p>Kwik Kian Gie saat menjabat Menko Ekuin pernah menudingnya dengan kata pengusaha hitam. Marimutu menanggapinya dingin. Menurutnya, kata pengusaha hitam itu lebih berkonotasi rasial. &#8220;Apa karena kulit saya ini hitam, maka dibilang pengusaha hitam? Mereka kerap menyebut saya pengusaha keturunan India. Padahal, saya sudah generasi ketiga di Indonesia dan sungguh-sungguh merasa sebagai orang Indonesia. tak mode lagi kita bicara soal SARA. Pengusaha hitam dalam arti moral, saya tak mengerti. Karena kita tak bisa dengan mudah menilai moral seorang, apalagi hanya berdasarkan isu,&#8221; katanya.</p>
<p>Texmaco dinilai piawai dalam melobi sehingga selalu <em>survive</em> dalam setiap rezim, mulai dari rezim Soeharto, Habibie, Gus Dur hingga Megawati.</p>
<p>&#8220;Kalau kami jago melobi, maka takkan ada pers yang ngerjain Texmaco. Saya akan melobi konglomerat pers, Jakob Oetama, dan para pimpinan media massa terkemuka di negeri ini,&#8221; kata Sinivasan. Dia pun mengingatkan kata-kata Goobels, menteri penerangan dan propaganda masa Hitler. Goobels bilang, kebohongan yang digulirkan terus menerus, suatu saat, akan dirasakan sebagai kebenaran. Begitu juga berita bohong tentang Texmaco.</p>
<p>Pabrik enjiniring Texmaco dibilang barang rongsokan. Stir dan rem truk Perkasa diisukan berkualitas jelek. Mereka tak paham atau pura-pura tak paham bahwa truk Perkasa menggunakan rem angin atau <em>air brakes</em> dan stirnya sudah menggunakan <em>power steering</em>, dan semua mengunakan lisensi dari jerman dan Inggris. Truk Perkasa sudah masuk kategori Euro I dilihat dari emisi gasnya, dan pada tahun depan menjadi Euro II. Banyak truk dan kendaraan di Indonesia saat ini masih belum masuk Euro I dalam hal polusinya.</p>
<p>&#8220;Mereka menyebut saya tukang suap. Ada juga berita yang menyebutkan, Rizal Ramli itu konsultan Texmaco dan Taufik Kiemas pernah menjadi komisaris Texmaco. Sejumlah media terus-menerus menghembus isu pengusaha hitam. Malah sebuah majalah berita mingguan dalam opininya menyatakan, Sinivasan adalah kriminal. Perlu ada poster &#8216;wanted&#8217; lengkap dengan foto yang disebarkan ke seluruh pelosok negeri.</p>
<p>Opini media itu menyatakan saya tak kooperatif. Padahal, tak pernah satu kalipun saya menolak panggilan Kejakgung. Dan saya juga tak meminta pengampunan utang. Utang bukan dosa, dan kami bersedia membayar semua utang itu. Itu semua adalah <em>trial by the press</em> yang dilakukan dengan sistematis oleh pers yang berkolaborasi dengan kelompok kepentingan tertentu yang menghendaki Texmaco hancur.</p>
<p>Sejak muda, saya sangat terkesan dengan pemikiran para <em>founding father</em> kita. Bung Karno berupaya membangkitkan harga diri bangsa dengan menancapkan pandangan bahwa &#8221; kita bukan bangsa tempe &#8220;. Bung Hatta menekankan pentingnya upaya meningkatkan kemampuan ekonomi rakyat, antara lain, lewat koperasi. Sedang Bung Sjahrir mengemukakan pentingnya industrialisasi, modernisasi, dan mekanisasi mulai dari desa-desa.<br />
Saya berupaya melaksanakan gagasan para <em>founding father</em> dengan mengembangkan <em>intellectual capital</em> serta membangun industri engeneering terpadu. Saat ini, ada sekitar 3.000 sarjana yang bekerja di Texmaco. Para sarjana itu mampu mendesain, membuat mesin-mesin yang digerakkan oleh komputer yang seluruh produk elektroniknya dirancang dan dibangun di Indonesia. Mereka bisa membuat 80 persen mesin industri otomotif, traktor, diesel, transmisi, industri tekstil, alat-alat industri baja dan sebagainya. Semua itu dikerjakan putra Indonesia. Mungkin hanya sekitar 20 persen komponen yang masih diimpor.</p>
<p>Berapa besar aset intelektual yang sudah diciptakan Texmaco?<br />
Mereka mampu membuat mesin tekstil, mesin perkakas berstandar dunia, dan rancang bangun. Kini mereka juga mulai membuat aneka mesin, komponen otomotif, motor, traktor, truk, hingga mobil penumpang. Inilah <em>intangible assets</em> atau aset maya yang tak ternilai harganya.</p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Reblog this post [with Zemanta]" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/15fb9e67-af21-4b57-9006-19c0fd2c1fc7/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=15fb9e67-af21-4b57-9006-19c0fd2c1fc7" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
<div style='clear:both'></div><br/><br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://freddyiriawan.com/succes-story/marimutu-sinivasan-pengusaha-tekstil-sukses/&title=MARIMUTU+SINIVASAN%26%238211%3BPengusaha+Tekstil+Sukses&text=Marimutu+Sinivasan+lahir+di+Medan%2C+Sumatra+Utara%2C+17+Desember+1937.+Di+kota+itulah+pria+keturunan+Tamil+India+ini+menempuh+pendidikan+dasar+hingga+universitas.&tags=pengusaha+hitam%2C+truk+perkasa%2C+membangun+pabrik%2C+texmaco%2C+dengan%2C+dalam%2C+pabrik%2C+pengusaha" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://freddyiriawan.com/succes-story/marimutu-sinivasan-pengusaha-tekstil-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MOCHTAR RIADY&#8211;Praktisi Perbankan dan Pebisnis Handal</title>
		<link>http://freddyiriawan.com/succes-story/mochtar-riady-praktisi-perbankan-dan-pebisnis-handal/</link>
		<comments>http://freddyiriawan.com/succes-story/mochtar-riady-praktisi-perbankan-dan-pebisnis-handal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 17:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>freddy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Succes Story]]></category>
		<category><![CDATA[Emil Salim]]></category>
		<category><![CDATA[MOCHTAR RIADY]]></category>
		<category><![CDATA[Pebisnis Handal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://freddyiriawan.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Mochtar Riady sebagai seorang praktisi perbankan jempolan dan seorang konglomerat yang visioner, pandangannya yang jauh ke depan dan sarat dengan filosofi menjadi panutan banyak para pengusaha dan para pelaku pasar


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang banyak mengenal <a class="zem_slink" title="Mochtar Riady" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mochtar_Riady">Mochtar Riady</a> sebagai seorang praktisi perbankan jempolan dan seorang konglomerat yang visioner, pandangannya yang jauh ke depan dan sarat dengan filosofi menjadi panutan banyak para pengusaha dan para pelaku pasar. Kali ini kita akan menyoroti jalannya meniti sukses,yang tentu saja tidak semudah dibayangkan oleh banyak orang.</p>
<p>Mochtar Riady sudah bercita-cita menjadi seorang bankir di usia 10 tahun. Ketertarikan Riady yang dilahirkan di <a class="zem_slink" title="Malang" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-7.98,112.62&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=-7.98,112.62 (Malang)&amp;t=h">Malang</a> pada tanggal 12 mei 1929 ini disebabkan karena setiap hari ketika berangkat sekolah, dia selalu melewati sebuah gedung megah yang merupakan kantor dari Nederlandsche Handels Bank (NHB) dan melihat para pegawai bank yang berpakaian parlente dan kelihatan sibuk. Riady adalah anak seorang pedagang batik. Pada tahun 1947, Riady ditangkap oleh pemerintah Belanda dan di buang ke Nanking, Cina, di sana ia kemudian mengambil kuliah filosofi di University of Nanking .Namun, karena ada perang, Riady pergi ke Hongkong hingga tahun 1950 dan kemudian kembali ke Indonesia.<br />
Riady masih sangat ingin menjadi seorang bankir, namun ayahnya tidak mendukung karena profesi bankir menurut ayahnya hanya untuk orang kaya, sedangkan kondisi keluarga mereka saat itu sangat miskin.<span id="more-146"></span></p>
<p>Pada tahun 1951 ia menikahi seorang wanita asal jember, oleh mertuanya, Riady diserahi tanggungjawab untuk mengurus sebuah toko kecil. Dalam tempo tiga tahun Riady telah dapat memajukan toko mertuanya tersebut menjadi yang terbesar di kota Jember. Cita-citanya yang sangat ingin menjadi seorang bankir membuatnya untuk memutuskan pergi ke <a class="zem_slink" title="Jakarta" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.26666666667,106.8&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=-6.26666666667,106.8 (Jakarta)&amp;t=h">Jakarta</a> pada tahun 1954, walaupun saat itu dia tidak memiliki seorang kenalan pun di sana dan ditentang oleh keluarganya. Riady berprinsip bahwa jika sebuah pohon ditanam di dalam pot atau di dalam rumah tidak akan pernah tinggi, namun akan terjadi sebaliknya bila ditanam di sebuah lahan yang luas.</p>
<p>Untuk mencari relasi, Riady bekerja di sebuah CV di jalan hayam wuruk selama enam bulan, kemudian ia bekerja pada seorang importer, di waktu bersamaan ia pun bekerjasama dengan temannya untuk berbisnis kapal kecil. Sampai saat itu,Riady masih sangat ingin menjadi seorang bankir, di setiap kali bertemu relasinya, ia selalu mengutarakan keinginannya itu. Suatu saat temannya mengabari dia jika ada sebuah bank yang lagi terkena masalah dan menawarinya untuk memperbaikinya, Riady tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut walau saat itu dia tidak punya pengalaman sekalipun. Riady berhasil meyakinkan Andi Gappa, pemilik Bank Kemakmuran yang bermasalah tersebut sehingga ia pun ditunjuk menjadi direktur di bank tersebut.</p>
<p>Di hari pertama sebagai direktur, Riady sangat pusing melihat <em>balance sheet</em>, dia tidak bisa bagaimana cara membaca dan memahaminya, namun Riady pura-pura mengerti di depan pegawai akunting. Sepanjang malam dia mencoba belajar dan memahami <em>balance sheet</em> tersebut,namun sia sia, lalu dia meminta tolong temannya yang bekerja di Standar Chartered Bank untuk mengajarinya, tetapi masih saja tidak mengerti.</p>
<p>Akhirnya dia berterus terang terhadap para pegawainya dan Pak Andi Gappa, tentu saja mereka cukup terkejut mendengarnya. Permintaan Riady pun untuk mulai bekerja dari awal disetujuinya, mulai dari bagian kliring, cash, dan checking account. Selama sebulan penuh Riady belajar dan akhirnya ia pun mengerti tentang proses pembukuan, dan setelah membayar seorang guru privat ia akhirnya mengerti apakah itu akuntansi. Maka mulailah dia menjual kepercayaan, hanya dalam setahun Bank Kemakmuran mengalami banyak perbaikan dan tumbuh pesat. Setelah cukup besar, pada tahun 1964, Riady pindah ke Bank Buana, kemudian di tahun 1971, dia pindah lagi ke Bank Panin yang merupakan gabungan dari Bank Kemakmuran, Bank Industri Jaya, dan Bank Industri Dagang Indonesia.</p>
<p>Mochtar Riady hampir selalu sukses dalam mengembangkan sebuah bank, dia memiliki filosofi tersendiri yang ia sebut sebagai <em>Lie Yi Lian Dje</em>. <em>Lie</em> berarti ramah, <em>Yi</em> memiliki karakter yang baik, <em>Lian</em> adalah kejujuran sedangkan <em>Dje</em> adalah memiliki rasa malu. Visi dan pandangan Riady yang jauh ke depan seringkali membuat orang kagum, dia dapat dengan cepat membaca situasi pasar dan dengan segera pula menyikapinya.</p>
<p>Salah satu contohnya ketika dia berhasil menyelamatkan Bank Buana tahun 1966. Saat itu Indonesia sedang mengalami masa krisis karena Indonesia berada pada masa perubahan ekonomi secara makro, ketika itu Riady sedang berkuliah malam di UI, disitu dia dikenalkan dengan beberapa pakar ekonomi seperti <a class="zem_slink" title="Emil Salim" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Emil_Salim">Emil Salim</a>, Ali Wardhana,dkk. Riady segera sadar dan segera mengubah arah kebijakan Bank Buana.</p>
<p>Pertama, dia menurunkan suku bunga dari 20 % menjadi 12 %, padahal pada waktu itu semua bank beramai-ramai menaikkan suku bunganya. Karena suku bunga yang rendah tersebut maka para nasabah yang memiliki kredit yang belum lunas segera membayar kewajibannya. Sedangkan para usahawan yang akan meminjam diberi syarat ketat khususnya dalam hal jaminan, namun karena bunga yang ditawarkan Bank Buana sangat rendah dibanding yang lain maka banyak debitur yang masuk dan tak ragu untuk memberikan jaminan. Dengan cara itu Bank Buana menjadi sehat padahal pada waktu itu banyak klien dan bank yang bangkrut. Dengan otomatis orang mengenal siapa Mochtar Riady.</p>
<p>Mochtar Riady yang lahir di Malang, Jawa Timur 12 Mei 1929 adalah pendiri Grup Lippo, sebuah grup yang memiliki lebih dari 50 anak perusahaan. Jumlah seluruh karyawannya diperkirakan lebih dari 50 ribu orang. Aktivitas perusahaannya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hadir di kawasan Asia Pasifik, terutama di <a class="zem_slink" title="Hong Kong" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=22.3,114.2&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=22.3,114.2 (Hong%20Kong)&amp;t=h">Hong Kong</a>, Guang Zhou, <a class="zem_slink" title="Fujian" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=26.55,117.85&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=26.55,117.85 (Fujian)&amp;t=h">Fujian</a>, dan <a class="zem_slink" title="Shanghai" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=31.2,121.5&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=31.2,121.5 (Shanghai)&amp;t=h">Shanghai</a>.</p>
<p>Sejarah Grup Lippo bermula ketika Mochtar Riady yang memiliki nama Tionghoa, Lie Mo Tie membeli sebagian saham di Bank Perniagaan Indonesia milik Haji Hasyim Ning pada 1981. Waktu dibeli, aset bank milik keluarga Hasyim telah merosot menjadi hanya sekitar Rp 16,3 miliar. Mochtar sendiri pada waktu itu tengah menduduki posisi penting di <a class="zem_slink" title="Bank Central Asia" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bank_Central_Asia">Bank Central Asia</a>, bank yang didirikan oleh keluarga Liem Sioe Liong. Ia bergabung dengan BCA pada 1975 dengan meninggalkan Bank Panin.</p>
<p>Di BCA Mochtar mendapatkan <em>share</em> sebesar 17,5 persen saham dan menjadi orang kepercayaan Liem Sioe Liong. Aset BCA ketika Mochtar bergabung hanya Rp 12,8 miliar. Mochtar baru keluar dari BCA pada akhir 1990 dan ketika itu aset bank tersebut sudah di atas Rp 5 triliun.</p>
<p>Bergabung dengan Hasyim Ning membuat ia bersemangat. Pada 1987, setelah ia bergabung, aset Bank Perniagaan Indonesia melonjak naik lebih dari 1.500 persen menjadi Rp 257,73 miliar. Hal ini membuat kagum kalangan perbankan nasional. Ia pun dijuluki sebagai <em>The Magic Man of Bank Marketing</em>. Dua tahun kemudian, pada 1989, bank ini melakukan merger dengan Bank Umum Asia dan semenjak saat itu lahirlah Lippobank. Inilah cikal bakal Grup Lippo. Saat ini Group Lippo memiliki lima cabang bisnis yakni :</p>
<p>1.                 Jasa keuangan : perbankan, reksadana, asuransi, manajemen asset,sekuritas</p>
<p>2.                 Properti dan <em>urban development</em> : kota satelit terpadu, perumahan, kondominium, pusat hiburan dan perbelanjaan, perkantoran dan kawasan industri.</p>
<p>3.                 Pembangunan infrastruktur seperti pembangkit tenaga listrik, produksi gas, distribusi, pembangunan jalan raya, pembangunan sarana air bersih, dan prasarana komunikasi.</p>
<p>4.                 Bidang industri yang meliputi industri komponen elektronik, komponen otomotif, industri semen, porselen, batu bara dan gas bumi. Melalui Lippo Industries, grup ini juga aktif memproduksi komponen elektonik seperti kulkas dan AC merk Mitsubishi. Sedangkan komponen otomotif perusahaan yang dipimpin Mochtar ini sukses memproduksi kabel persneling.</p>
<p>5.                 Bidang industri yang meliputi industri komponen elektronik, komponen otomotif, industri semen, porselen, batu bara dan gas bumi. Melalui Lippo Industries, grup ini juga aktif memproduksi komponen elektronik seperti kulkas dan AC merk Mitsubishi. Sedangkan komponen otomotif perusahaan yang dipimpin Mochtar ini sukses memproduksi kabel persneling.</p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Reblog this post [with Zemanta]" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/e4bf6a48-39b5-4ffd-875f-0bc5c990d744/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=e4bf6a48-39b5-4ffd-875f-0bc5c990d744" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
<div style='clear:both'></div><br/><br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://freddyiriawan.com/succes-story/mochtar-riady-praktisi-perbankan-dan-pebisnis-handal/&title=MOCHTAR+RIADY%26%238211%3BPraktisi+Perbankan+dan+Pebisnis+Handal&text=Orang+banyak+mengenal+Mochtar+Riady+sebagai+seorang+praktisi+perbankan+jempolan+dan+seorang+konglomerat+yang+visioner%2C+pandangannya+yang+jauh+ke+depan+dan+sarat+dengan+filosofi+menjadi+panutan+banyak...&tags=mochtar+riady%2C+grup+lippo%2C+komponen+elektronik%2C+riady%2C+mochtar%2C+menjadi%2C+dengan%2C+seorang%2C+tahun" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://freddyiriawan.com/succes-story/mochtar-riady-praktisi-perbankan-dan-pebisnis-handal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

