


<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Motivasi dan Pengembangan Diri &#187; Sudono salim</title>
	<atom:link href="http://freddyiriawan.com/tag/sudono-salim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://freddyiriawan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2011 15:48:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>CIPUTRA:MAESTRO REAL ESTATE INDONESIA</title>
		<link>http://freddyiriawan.com/succes-story/ciputramaestro-real-estate-indonesia/</link>
		<comments>http://freddyiriawan.com/succes-story/ciputramaestro-real-estate-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 10:21:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>freddy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Succes Story]]></category>
		<category><![CDATA[CIPUTRA]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Indah]]></category>
		<category><![CDATA[REAL ESTATE INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[Sudono salim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://freddyiriawan.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Ciputra. Dialah pelopor bisnis properti modern di Indonesia dan pendiri sekaligus ketua umum pertama REI (perhimpunan perusahaan real estate Indonsia), sehingga dijuluki Bapak Real estate Indonesia


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p>Ciputra. Dialah pelopor bisnis properti modern di <a class="zem_slink" title="Indonesia" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.175,106.828333333&amp;spn=10.0,10.0&amp;q=-6.175,106.828333333 (Indonesia)&amp;t=h">Indonesia</a> dan pendiri sekaligus ketua umum pertama REI (perhimpunan perusahaan real estate Indonsia), sehingga dijuluki Bapak Real estate Indonesia. Ciputra juga orang Indonesia pertama yang dipercaya menjadi World President FIaBCI, organisasi pengusaha realestast internasional.</p>
<p>Bagi para konsumen properti, nama Ciputra telah menjadi brand yang menjanjikan kualitas produk sekaligus prospek investasi yang menguntungkan. Di kalangan pelaku bisnis properti, Ciputra identik dengan raksasa bisnis yang sering menjadi rujukan sekaligus pesaing.<span id="more-191"></span></p>
<p>Karya-karya besar Ciputra begitu beragam, karena hampir semua subsektor properti dijamahnya. Ia kini mengendalikan 5 kelompok usaha Jaya, Metropolitan, <a class="zem_slink" title="Pondok Indah" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pondok_Indah">Pondok Indah</a>, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti.</p>
<p>Proyek kota barunya kini berjumlah 11 buah tersebar di Jabotabek, <a class="zem_slink" title="Surabaya" rel="homepage" href="http://www.surabaya.go.id">Surabaya</a>, dan di Vietnam dengan luas lahan mencakup 20.000 hektar lebih. Ke-11 kota baru itu adalah Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Puri Jaya, Citraraya Kota Nuansa Seni, Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Indah, Citra Indah, Kota Taman Metropolitan, CitraRaya Surabaya, Kota Baru Sidoarjo, dan Citra Westlake City di <a class="zem_slink" title="Hanoi" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=21.0333333333,105.85&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=21.0333333333,105.85 (Hanoi)&amp;t=h">Hanoi, Vietnam</a>.</p>
<p>Proyek-proyek properti komersialnya, juga sangat berkelas dan menjadi trend setter di bidangnya. Lebih dari itu, proyek-proyeknya juga menjadi magnit bagi pertumbuhan wilayah di sekitarnya. Perjalanan bisnis Ciputra dirintis sejak masih menjadi mahasiswa arsitektur <a class="zem_slink" title="Institut Teknologi Bandung" rel="homepage" href="http://www.itb.ac.id">Institut Teknologi Bandung</a>. Bersama Ismail Sofyan dan Budi Brasali, teman kuliahnya, sekitar tahun 1957 Ciputra mendirikan PT Daya Cipta.</p>
<p>Biro arsitek milik ketiga mahasiswa tersebut, sudah memperoleh kontrak pekerjaan lumayan untuk masa itu, dibandingkan perusahaan sejenis lainnya. Proyek yang mereka tangani antara lain gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh. Tahun 1960 Ciputra lulus dari ITB. Ke <a class="zem_slink" title="Jakarta" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.26666666667,106.8&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=-6.26666666667,106.8 (Jakarta)&amp;t=h">Jakarta</a>&#8230;Kita harus ke Jakarta, sebab di sana banyak pekerjaan, ujarnya kepada Islamil Sofyan dan Budi Brasali. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah yang menentukan jalan hidup Ciputra dan kedua rekannya itu.</p>
<p>Dengan bendera PT Perentjaja Djaja IPD, proyek bergengsi yang ditembak Ciputra adalah pembangunan pusat berbelanjaan di kawasan senen. Dengan berbagai cara, Ciputra adalah berusaha menemui Gubernur Jakarta ketika itu, Dr. R. Soemarno, untuk menawarkan proposalnya. Gayung bersambut. Pertemuan dengan Soemarno kemudian ditindak lanjuti dengan mendirikan PT Pembangunan Jaya, setelah terlebih dahulu dirapatkan dengan Presiden Soekarno.</p>
<p>Setelah pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah <a class="zem_slink" title="Ancol Dreamland" rel="homepage" href="http://www.ancol.com/default.php">Taman Impian Jaya Ancol</a> dan Bintaro Jay. Melalui perusahaan yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus profesional yang handal dalam menghimpun sumber daya yang ada menjadi kekuatan bisnis raksasa. Grup Jaya yang didirikan tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, kini memiliki total aset sekitar Rp. 5 trilyun. Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra.</p>
<p>Jumlah seluruh anak usaha dari Kelima grup itu tentu di atas seratus, karena anak usaha Grup Jaya saja 47 dan anak usaha Grup Metropolitan mencapai 54. Mengenai hal ini, secara berkelakar Ciputra mengatakan: Kalau anak kita sepuluh, kita masih bisa mengingat namanya masing-masing. Tapi kalau lebih dari itu, bahkan jumlahnya pun susah diingat lagi. Fasilitas merupakan unsur ketiga dari 10 faktor yang menentukan kepuasan pelanggan.</p>
<p>Konsumen harus dipuaskan dengan pengadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial selengkapnya. Tapi fasilitas itu tidak harus dibangun sekaligus pada tahap awal pengembangan. Jika fasilitas selengkapnya langsung dibangun, harga jual akan langsung tinggi. Ini tidak akan memberikan keuntungan kepada para pembeli pertama, selain juga merupakan resiko besar bagi pengembang. Ciputra memiliki saham di lima kelompok usaha (Grup Jaya, Grup Metropolitan, Grup Pondoh Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra).</p>
<p>Dari Kelima kelompok usaha itu, Ciputra tidak menutupi bahwa sebenarnya ia meletakkan loyalitasnya yang pertama kepada Jaya. Pertama, karena ia hampir identik dengan Jaya. Dari sinilah jaringan bisnis propertinya dimulai. Sejak perusahaan itu dibentuk tahun 1961, Ciputra duduk dalam jajaran direksinya selama 35 tahun: 3 tahun pertama sebagai direktur dan 32 tahun sebagai direktur utama, hingga ia mengundurkan diri pada tahun 1996 lalu dan menjadi komisaris aktif. Kedua, adalah kenyataan bahwa setelah Pemda DKI, Ciputra adalah pemegang saham terbesar di Jaya. PT Metropolitan Development adalah perusahaannya yang ia bentuk tahun 1970 bersama Ismail Sofyan, Budi Brasali, dan beberapa mitra lainnya.</p>
<p>Kelompok usaha Ciputra ketiga adalah Grup Pondok Indah (PT Metropolitan Kencana) yang merupakan usaha patungan antara PT Metropolitan Development dan PT Waringin Kencana milik Sudwikatmono dan <a class="zem_slink" title="Sudono Salim" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sudono_Salim">Sudono Salim</a>. Grup ini antara lain mengembangkan Perumahan Pondok Indah dan Pantai Indah Kapuk. Kelompok usaha yang keempat adalah PT Bumi Serpong Damai, yang didirikan awal tahun 1980-an. Perusahaan ini merupakan konsorsium 10 pengusaha terkemuka &#8211; antara lain Sudono Salim, Eka Tjipta Widjaya, Sudwikatmono, Ciputra dan Grup Jaya &#8211; yang mengembangkan proyek Kota Mandiri Bumi Serpong Damai seluas 6.000 hektar, proyek jalan tol BSD &#8211; Bintaro Pondok Indah, dan lapangan golf Damai Indah Golf. Grup Ciputra adalah kelompok usahanya yang Kelima.</p>
<p>Grup usaha ini berawal dari PT Citra Habitat Indonesia, yang pada awal tahun 1990 diakui sisi seluruh sahamnya dan namanya diubah menjadi Ciputra Development (CD). Ciputra menjadi dirutnya dan keenam jajaran direksinya diisi oleh anak dan menantu Ciputra. Pertumbuhan Ciputra Development belakangan terasa menonjol dibandingkan keempat kelompok usaha Ciputra lainnya.</p>
<p>Dengan usia paling muda, CD justru yang pertama go public di pasar modal pada Maret 1994. Baru beberapa bulan kemudian Jaya Real properti menyusul. Total aktiva CD pada Desember 1996 lalu berkisar Rp. 2,85 triliun, dengan laba pada tahun yang sama mencapai Rp. 131,44 miliar. CD kini memiliki 4 proyek skala luas: Perumahan Citra 455 Ha, Citraraya Kota Nuansa Seni di <a class="zem_slink" title="Tangerang" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.11,106.38&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=-6.11,106.38 (Tangerang)&amp;t=h">Tangerang</a> seluas 1.000 Ha, Citraraya Surabaya 1.000 Ha, dan Citra Indah Jonggol. 1.000 Ha. Belum lagi proyek-proyek hotel dan mal yang dikembangkannya, seperti Hotel dan Mal Ciputra, serta super blok seluas 14,5 hektar di Kuningan Jakarta. Grup Ciputra juga mengembangkan Citra Westlake City seluas 400 hektar di <a class="zem_slink" title="Ho Chi Minh City" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=10.75,106.666666667&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=10.75,106.666666667 (Ho%20Chi%20Minh%20City)&amp;t=h">Ho Chi Minh City, Vietnam</a>.</p>
<p>Pembangunannya diproyeksikan selama 30 tahun dengan total investasi US$2,5 miliar. Selain itu, CD juga menerjuni bisnis keuangan melalui Bank Ciputra, dan bisnis broker melalui waralaba Century 21. Sejak beberapa tahun lalu, Ciputra menyatakan Kelima grup usahanya &#8211; terutama untuk proyek-proyek propertinya &#8211; ke dalam sebuah aliansi pemasaran. Aliansi itu semula diberi nama Sang Pelopor, tapi kini telah diubah menjadi si Pengembang. &#8220;Nama Sang Pelopor terkesan arogan dan berorientasi kepada kepentingan sendiri,&#8221; ujar Ciputra tentang perubahan nama itu.</p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Reblog this post [with Zemanta]" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/ba88a7e5-83e2-42b9-a2b2-c9fe6fd0d6bd/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: medium none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=ba88a7e5-83e2-42b9-a2b2-c9fe6fd0d6bd" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
<div style='clear:both'></div><br/><br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://freddyiriawan.com/succes-story/ciputramaestro-real-estate-indonesia/&title=CIPUTRA%3AMAESTRO+REAL+ESTATE+INDONESIA&text=Ciputra.+Dialah+pelopor+bisnis+properti+modern+di+Indonesia+dan+pendiri+sekaligus+ketua+umum+pertama+REI+%28perhimpunan+perusahaan+real+estate+Indonsia%29%2C+sehingga+dijuluki+Bapak+Real+estate+Indonesia.&tags=pondok+indah%2C+usaha+grup%2C+grup+ciputra%2C+ciputra%2C+tahun%2C+dengan%2C+indah%2C+menjadi%2C+adalah%2C+usaha" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://freddyiriawan.com/succes-story/ciputramaestro-real-estate-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Sukses Liem Sioe Liong (Soedono Salim)</title>
		<link>http://freddyiriawan.com/succes-story/kisah-sukses-liem-sioe-liong-soedono-salim/</link>
		<comments>http://freddyiriawan.com/succes-story/kisah-sukses-liem-sioe-liong-soedono-salim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 04:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>freddy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Succes Story]]></category>
		<category><![CDATA[Anthony salim]]></category>
		<category><![CDATA[Liem Sioe Liong]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Sudono salim]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://freddyiriawan.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Liem Sioe Liong yang mulai mengenal Indonesia pada usia 20 tahun, kurang lebih 45 tahun lalu, 


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="zem_slink" title="Sudono Salim" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sudono_Salim">Liem Sioe Liong</a> yang mulai mengenal Indonesia pada usia 20 tahun, kurang lebih 45 tahun lalu, mengatakan, “Anda harus dilahirkan di tempat dan waktu yang benar.” Dan, Anthony Salim – putranya yang bernama kelahiran Liem Fung Seng -, ikut berkomentar kepada majalah yang sama, “Jika anda ingin menangkap seekor ikan, pertama-tama anda harus membeli umpan.”   </p>
<p>Kalimat pendek yang cenderung merupakan ungkapan dalam sastra Indonesia itu, sebenarnya gambaran prinsip mereka berdagang di Indonesia sampai merembes ke kancah Internasional.</p>
<p>Dengan grup yang ia pimpin, Soedono Liem Salim kelahiran Fukien, 1916 yang bermula bersama kakaknya: Liem Sioe Hie, membantu paman mereka berdagang minyak kacang di Kudus-Jawa Tengah, anak kedua dari tiga bersaudara ini bisa menggaji 25 ribu tenaga kerja. Dari Eksekutif Senior sampai sopir truk yang jumlahnya tak kurang dari 3000 armada termasuk pengangkut semen perusahaan Liem Cs.<span id="more-80"></span> Terkaya di Indonesia, memiliki 40 perusahaan, Liem Sioe Liong dengan para kamradnya menghasilkan omset bisnis tak kurang dari US$ 1 milyar setahun. Konon kekayaan pribadi Liem sendiri, ada yang menyebutkan, sekitar US$ 1,9 milyar = Rp. 1,2 triliun.  Di kalangan pedagang <a class="zem_slink" title="Chinese Indonesian" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_Indonesian">Tionghoa Indonesia</a> dia terkenal dengan sebutan “Liem botak”.</p>
<p>Sejarah orang bernama Liem Sioe Liong (60 tahun) dimulai di sebuah pelabuhan kecil. Fukien di bilangan Selatan Benua Tiongkok. Dia dilahirkan di situ pada tahun 1918.  Kakaknya yang tertua Liem Sioe Hie – kini berusia 77 tahun – sejak tahun 1922 telah lebih dulu beremigrasi ke Indonesia – yang waktu itu masih jajahan Belanda – kerja di sebuah perusahaan pamannya di kota Kudus.</p>
<p>Di tengah hiruk pikuknya usaha ekspansi Jepang ke Pasifik, dibarengi dengan dongeng harta karun kerajaan-kerajaan Eropa di Asia Tenggara, maka pada tahun 1939, Liem Sioe Liong mengikuti jejak abangnya yang tertua. Dari Fukien, ia Berangkat ke Amoy, dimana bersandar sebuah kapal dagang Belanda yang membawanya menyeberangi Laut Tiongkok. Sebulan untuk kemudian sampai di Indonesia. Sejak dulu, kota Kudus sudah terkenal sebagai pusat pabrik rokok kretek, yang sangat banyak membutuhkan bahan baku tembakau dan cengkeh.</p>
<p>Dan sejak jamam revolusi Liem Sioe Liong sudah terlatih menjadi supplier cengkeh, dengan jalan menyelundupkan bahan baku tersebut dari <a class="zem_slink" title="Maluku Islands" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-3.15,129.383333333&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=-3.15,129.383333333 (Maluku%20Islands)&amp;t=h">Maluku</a>, Sumatera, Sulawesi Utara melalui Singapura untuk kemudian melalui jalur-jalur khusus penyelundupan menuju Kudus. Sehingga tidak heran dagang cengkeh merupakan salah satu pilar utama bisnis Liem Sioe Liong pertama sekali, disamping sektor tekstil. Dulu juga dia, banyak mengimpor produksi pabrik tekstil murahan dari Shanghai.</p>
<p>Untuk melicinkan semua usahanya dibidang keuangan, dia punya beberapa buah bank seperti Bank Windu Kencana dan Bank Central Asia. Di tahun 1970-an Bank Central Asia ini telah bertumbuh menjadi bank swasta kedua terbesar di Indonesia dengan total asset sebesar US$ 99 juta.  Salah satu peluang besar yang diperoleh Liem Sioe Liong dari Pemerintah Indonesia adalah dengan didirikannya PT. Bogasari pada bulan Mei 1969 yang memonopoli suplai tepung terigu untuk Indonesia bagian Barat, yang meliputi sekitar 2/3 penduduk Indonesia, di samping PT. Prima untuk Indonesia bagian Timur.</p>
<p>Hampir di setiap perusahaan Liem Sioe Liong dia berkongsi dengan Djuhar Sutanto alias Lin Wen Chiang yang juga seorang Tionghoa asal Fukien.  Bogasari sebuah perusahaan swasta yang paling unik di Indonesia. Barangkali hanya Bogasarilah yang diberikan pemerintah fasilitas punya pelabuhan sendiri, dan kapal-kapal raksasa dalam hubungan perteriguan bisa langsung merapat ke pabrik.</p>
<p>Begitu perkasanya dia di bidang perekonomian Indonesia dewasa ini, mungkin menjadi titik tolak majalah Insight, Asia’s Business Mountly terbitan Hongkong dalam penerbitan bulan Mei tahun ini, menampilkan lukisan karikatural Liem Sioe Liong berpakaian gaya Napoleon Bonaparte. Dadanya penuh ditempeli lencana-lencana perusahaannya. Perusahaan holding company-nya bernama PT Salim Economic Development Corporation punya berbagai macam kegiatan yang dibagi-bagi atas berbagai jenis divisi; masing-masing adalah:</p>
<p>1.	divisi perdagangan</p>
<p>2.	divisi industri</p>
<p>3.	divisi bank dan asuransi</p>
<p>4.	divisi pengembangan (yang bergerak dibidang hasil hutan dan konsesi hutan)</p>
<p>5.	divisi properti yang bergerak dibidang real estate, perhotelan, dan pemborong</p>
<p>6.	divisi perdagangan eceran</p>
<p>7.	divisi joint venture.</p>
<p>Setiap divisi membawahi beberapa arah perusahaan raksasa, berbentuk perseroan-perseroan terbatas.  Pelbagai kemungkinan untuk lebih mengembangkan lajunya perusahaan sekalipun tidak akan meningkatkan permodalan, seperti go-public di pasar saham <a class="zem_slink" title="Jakarta" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.26666666667,106.8&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=-6.26666666667,106.8 (Jakarta)&amp;t=h">Jakarta</a>, &#8211; dilangsungkan group Soedono Lem Salim dengan gencar.</p>
<p>Halangan maupun isu bisnis yang mengancam perusahaannya, nampak tak membuat Liem cemas. Seperti katanya kepada Review, “Jika anda hanya mendengarkan apa yang dikatakan orang, anda akan gila. Anda harus melakukan apa yang anda yakini.” Bermodal kalimat pendeknya itu pulalah mengantar Liem Sioe Liong muda di Kudus yang juga terkenal sebagai Lin Shao Liang menjadi Soedono Salim si Raja Dagang Indonesia, belakangan ini.</p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Reblog this post [with Zemanta]" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/f80a3565-4f63-4288-a2be-f1d9245831af/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border:none;float:right" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=f80a3565-4f63-4288-a2be-f1d9245831af" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
<div style='clear:both'></div><br/><br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://freddyiriawan.com/succes-story/kisah-sukses-liem-sioe-liong-soedono-salim/&title=Kisah+Sukses+Liem+Sioe+Liong+%28Soedono+Salim%29&text=Liem+Sioe+Liong+yang+mulai+mengenal+Indonesia+pada+usia+20+tahun%2C+kurang+lebih+45+tahun+lalu%2C+mengatakan%2C+%26%238220%3BAnda+harus+dilahirkan+di+tempat+dan+waktu+yang+benar.%26%238221%3B+Dan%2C+Anthony+Salim...&tags=sioe+liong%2C+liem+sioe%2C+indonesia%2C+liong%2C+tahun%2C+dengan%2C+divisi%2C+perusahaan%2C+untuk%2C+salim" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://freddyiriawan.com/succes-story/kisah-sukses-liem-sioe-liong-soedono-salim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

